Trik Membangun Karier Cemerlang

Friday, September 23, 2011

Butuh lebih dari sekadar memanfaatkan peluang demi menunjang karier.

Selalu memanfaatkan kesempatan yang ada dalam pekerjaan, adalah salah satu cara untuk menunjang karier Anda. Namun, Anda membutuhkan lebih banyak trik untuk membuat karier Anda melejit.
Berikut lima trik yang bisa Anda lakukan untuk membangun karier cemerlang, dilansir dari Marie Claire.

1. Belajar jadi pemimpin
Secara konsisten, manfaatkan setiap kesempatan untuk menjadi pemimpin dan belajarlah menjadi pemimpin yang baik. Jika Anda dinilai mampu, akan membuka kesempatan dan promosi karier yang makin baik.
Bob Calandra, salah satu penulis 'How to Keep Your Job in a Tough Competitive Market', menyatakan tak perlu mencari promosi dalam pekerjaan, tetapi ketahuilah seluk beluk pekerjaan agar saat peluang menghampiri, Anda siap menerimanya. 

2. Nego gaji sesuai kompetensi 
Saat negosiasi gaji, berikan penawaran yang sesuai kemampuan, jangan mengajukan nilai gaji terlalu rendah. Hal itu akan membuat Anda terlihat menjual diri. Dan, Anda akan sulit mendapat kenaikan gaji sesuai yang diinginkan.
Saat pertama melamar pekerjaan, mungkin sulit menilai diri dengan sejumlah uang, justru hal tersebut bisa menjadi bumerang untuk Anda. Percaya diri dan coba buktikan kualitas diri Anda saat wawancara dan tawarlah gaji yang Anda inginkan.

3. Beralihlah ke industri yang sedang berkembang
Jangan terperangkap pada pekerjaan yang sudah bertahun-tahun Anda lakukan tapi tidak memberikan hasil maksimal pada karier Anda. Jika bidang pekerjaan yang Anda geluti hanya memberikan sedikit ruang untuk berkembang, beralihlah ke bidang lain yang memungkinkan Anda berkembang baik dari segi kualitas karier, maupun dari segi pendapatan. Karenanya, sangat penting bagi Anda untuk selalu belajar dan memoles kualitas diri Anda.

4. Jujurlah tentang tujuan karier 
Jujurlah pada diri sendiri dan luangkan waktu untuk menilai apa tujuan hidup Anda. Jika Anda telah menjalani karier di sebuah perusahaan tapi Anda masih merasa tidak puas dengan pekerjaan Anda, mungkin menjadi wirausaha adalah jawaban tepat untuk Anda.
READ MORE - Trik Membangun Karier Cemerlang

5 Cara Agar Teman Membantu Bisnis Anda

Thursday, September 22, 2011

 Ketika memulai bisnis, Anda akan perlu banyak bantuan dari berbagai pihak sehingga apa yang Anda tawarkan dapat diketahui lebih banyak orang. Salah satu yang paling sering membantu adalah teman-teman Anda sendiri. Bahkan, tak jarang mereka dengan antusias menawarkan diri untuk mempromosikan bisnis Anda. Kalau sudah begini, Anda bisa jadi kebingungan, ingin meminta mereka melakukan apa. Lima hal ini bisa jadi acuan Anda, agar mereka bisa memberikan kontribusi positif bagi masa depan bisnis Anda:

1. Berikan mereka sampel produk untuk dicoba
Bila Anda punya bisnis makanan, seperti kue, mintalah mereka mencobanya sebelum produk itu Anda jual ke pasar. Berikan pada mereka secara gratis, lalu mintalah mereka menjadi kritikus paling kejam sedunia. Dari komentar mereka, Anda akan tahu di mana letak kekurangan produk Anda. Cara ini juga efektif apabila Anda masih belum yakin produk apa yang ingin dijual. Mereka mungkin akan mengusulkan beberapa jenis bisnis yang mereka tahu cocok bagi Anda.

2. Minta teman untuk mempromosikan Anda pada lima orang teman lainnya
Setelah teman jadi tukang cicip dan tukang kritik, minta tolong pada mereka untuk mereferensikan Anda kepada lima orang temannya. Anda juga bisa meminta nomor telepon mereka dan Anda akan menghubunginya sendiri. Langkah ini mungkin agak sulit, tetapi hasilnya akan baik. Jangan lupa katakan pada mereka, bahwa permintaan Anda ini tidak memaksa. Bila mereka tidak ingin memberikan referensi, tidak masalah. Jadi, mereka tidak akan tertekan untuk membantu Anda.

3. Kirimkan informasi melalui e-mail atau message
Dengan adanya Facebook dan Twitter, Anda jadi lebih mudah untuk mempromosikan usaha. Kirimkan e-mail berisi informasi produk terbaru yang Anda miliki kepada teman-teman, atau tag mereka dalam foto produk Anda terbaru di Facebook. Sertakan juga pesan bahwa mereka boleh men-untag nama mereka apabila keberatan. 

4. Bekerjasama dengan bisnis mereka
Misalnya, Anda punya bisnis aksesori, sementara teman Anda punya butik. Anda bisa meminta tolong teman supaya Anda bisa menjual produk di butiknya -tentu saja dengan perjanjian bisnis tertentu yang lebih ringan (misalnya, harga konsinyasi). Dua pihak akan sama-sama untung, bukan?

5. Titipkan brosur atau kartu nama Anda pada mereka
Berapa kali Anda bertemu dengan seseorang yang memerlukan produk tertentu, yang ternyata dijual oleh teman Anda, tapi sayangnya Anda tidak bisa memberikan informasi lengkap? Nah, jangan sampai ini terjadi pada bisnis Anda. Mintalah beberapa teman untuk menyimpan 10 kartu nama dan/atau brosur bisnis Anda. Bisa di tas, bisa di mobil, atau di laci kantor. Dengan begitu, mereka bisa mereferensikan nama Anda pada orang yang membutuhkan. Anda juga bisa menawarkan hadiah untuk teman-teman yang rekomendasinya membawa hasil.

READ MORE - 5 Cara Agar Teman Membantu Bisnis Anda

6 Kesalahan Keuangan Wirausaha Muda

Sebagai pengusaha muda, wajar jika Anda masih dalam tahap belajar dan membuat kesalahan. Namun, siapa pun pasti tak akan senang apabila kesalahan tersebut menyangkut masalah keuangan. Mencampuradukkan dana pribadi dan bisnis, misalnya, kerap dilakukan para entrepreneur muda. Masalah yang bisa ditimbulkan, misalnya, Anda juga tidak dapat menyediakan catatan pengeluaran yang jelas ketika dilakukan audit.

"Banyak wirausaha sukses yang tersita oleh bisnis yang sedang dilakukan sehingga beberapa prioritas keuangan pribadi mereka terabaikan," ujar Eric Johnson, senior client strategist di Signature, firma manajemen kekayaan yang berbasis di Norfolk, Virginia, Amerika Serikat.

Menurut dia, ada enam kesalahan pengelolaan keuangan yang biasa dilakukan wirausaha muda. Anda perlu tahu agar dapat menemukan strategi untuk menghindarinya.

1. "Over"-investasi
Enggak asyik, dong, kalau bisnisnya di bidang lifestyle, tetapi menyewa kantor atau ruang usahanya di ruko? Boleh saja Anda berpikir begitu. Agar terkesan profesional, memang banyak wirausaha muda yang rela mengorek tabungannya, misalnya untuk menyewa kantor di tempat yang hip atau membeli peralatan atau perabotan mewah. Namun, menghabiskan terlalu banyak untuk pengeluaran yang tidak penting-penting amat bisa mengikis keuangan pribadi Anda dengan cepat, lho.

Alexa von Tobel, pendiri dan CEO LearnVest.com, mengatakan, tabungan atau modal bisa habis sebelum Anda sempat memproduksi barang atau jasa untuk dijual. "Gunakan setiap uang yang Anda miliki untuk menciptakan produk yang baik, dan tunjukkan kepada pengguna. Kalau produk Anda tidak bagus, tidak ada harapan untuk maju," katanya.

2. Tidak menggaji diri sendiri
Pemilik bisnis muda cenderung menanamkan semua sumber daya ke dalam bisnis tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Sulit jika bisnis harus membiayai kehidupan pribadi Anda. Seperti karyawan yang lain, berikan gaji secukupnya untuk Anda sendiri untuk memastikan keuangan pribadi Anda tetap sehat dan terpisah dari bisnis. Namun, jangan mentang-mentang Anda pemilik bisnis ini lantas memberi gaji  tinggi untuk Anda. Anda harus menyediakan cukup banyak dana untuk bisnis Anda supaya tetap dapat beroperasi dalam masa-masa sulit.

3. Tidak mempertimbangkan kemungkinan terburuk
Kalangan muda sering berpikir bahwa mereka sangat berpotensi dan tak mungkin gagal. Akan tetapi, siapa pun bisa gagal, dan Anda perlu membuat rencana setelah memprediksi kemungkinan terburuk. Buat sebuah rencana pengganti dan beberapa bentuk asuransi untuk mendukung bisnis ketika Anda tak mampu menjalankannya. Jika Anda mempunyai rekanan dan bisnis Anda tidak mudah dijual, Eric Johnson menyarankan untuk membuat suatu perjanjian jual-beli. Perjanjian ini mengatur apa yang terjadi jika salah satu pemilik bisnis meninggal, dan biasanya mencakup komponen asuransi yang menyediakan dana apabila sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada pemilik bisnis.

4. Mencampur aset bisnis dan pribadi
Entah itu menjamin pinjaman secara pribadi atau meminta orangtua Anda membeli rumah kedua, meningkatkan aset pribadi untuk tujuan bisnis tidak akan baik bagi kondisi keuangan pribadi. Mengapa demikian? Bayangkan, ketika bisnis Anda menurun, para kreditor bisa saja mengejar aset pribadi Anda.

"Anda seharusnya hanya menggunakan jaminan dari bisnis. Jadi, ketika bisnis Anda merosot, Anda tidak bertanggung jawab secara pribadi terhadap pinjaman tersebut," kata Lynn Mayabb, senior managing advisor BKD Wealth Advisors di Kansas City.

5. Menggunakan kartu kredit pribadi untuk tujuan bisnis
Akan sangat berisiko jika Anda bergantung pada kartu kredit pribadi untuk membiayai usaha ketika bank tidak bersedia memberikan dana untuk Anda. Anda bisa saja tergoda untuk men-charge hal-hal yang tidak seharusnya pada kartu kredit pribadi. Mencampur tagihan bisnis dan pribadi bisa menimbulkan kekacauan organisasi. Jika bisnis Anda diaudit, Anda tentu harus menyediakan catatan pengeluaran bisnis paling tidak tiga tahun ke belakang. Mampukah Anda menyediakannya? Sudah pasti tidak. Jadi, sebaiknya Anda membuat kartu kredit khusus untuk urusan bisnis, dan hanya digunakan untuk pengeluaran bisnis yang penting.

6. "Merampok" kas perusahaan
Ketika berhasil melakukan penjualan yang hebat dalam dua atau tiga bulan, pengusaha muda biasanya akan menjadi kelewat percaya diri, begitu menurut Mayabb. Pengusaha yang belum berpengalaman kemudian akan mulai menghabiskan arus kas perusahaan tanpa pandang bulu. Ambil contoh, ketika membutuhkan mobil operasional, mereka akan membeli mobil-mobil terbaik (dalam arti dengan merek terbaik dan harga yang lebih mahal), lalu menyadari bahwa pada beberapa bulan berikutnya ternyata tidak terjadi penjualan yang berarti. 

READ MORE - 6 Kesalahan Keuangan Wirausaha Muda

5 Tips mencari peluang bisnis usaha kecil

peluang bisnis 300x199 5 Tips mencari peluang bisnis usaha kecil
Peluang bisnis usaha kecil saat ini mulai menjadi pilihan alternatif banyak orang untuk mendapatkan uang dan memulai usaha. Mulai dari bisnis rumahan, sewa toko atau ruko kecil-kecilan semakin banyak di minati dan dijalankan oleh beberapa orang untuk mendapatkan peluang bisnis terbaru.
Informasi peluang bisnis sangatlah penting dan diperlukan oleh orang yang ingin melakukan usaha walau usaha kecil sekalipun. Informasi ini anda bisa dapatkan dari internet, koran, bahkan dari rekan atau teman anda. Terus informasi seperti apa yang harus anda dapatkan untuk memulai usaha kecil ini, tentunya anda harus bisa mendapatkan informasi minimal informasi seperti :
  1. Usaha yang banyak diperlukan orang tetapi masih jarang orang yang melakukannya.
  2. Berapa besar biaya yang akan diperlukan untuk memulai bisnis ini.
  3. Prospek usaha itu saat ini dan di masa depan.
  4. Lokasi dan tempat yang akan di jadikan usaha.
  5. Dan yang terpenting adalah anda harus menguasi ilmu tentang bisnis yang akan anda jalankan.

Setelah anda mendapatkan informasi peluang bisnis usaha kecil seperti yang di atas, tentu sedikitnya anda sudah mempunyai gambaran peluang bisnis saat ini, sebagai contohnya seperti peluang bisnis rumahan, peluang bisnis makanan, dan keduanya merupakan peluang bisnis modal kecil. Semoga membantu anda yang sedang mencari peluang bisnis usaha kecil.

Sumber : rumahuang.com
READ MORE - 5 Tips mencari peluang bisnis usaha kecil

Tiga Jalan Mengumpulkan Modal Usaha

investasi modal usaha 300x202 Peluang Usaha dan Bisnis Investasi modal usaha
Salah satu faktor penting yang diperlukan untuk membuka usaha adalah modal. Modal yang diperlukan untuk usaha biasanya terbagi menjadi tiga: Modal Investasi Awal, Modal Kerja, dan Modal Operasional. Namun setelah mengetahui hal ini, beberapa orang malah makin pusing. "Menghitung modal sih memang gampang. Masalahnya sekarang, gimana caranya supaya modalnya bisa terkumpul?" begitu mungkin yang Anda pikirkan.

Ini memang bahasan menarik, karena banyak orang kesulitan mengumpulkan modal usaha. Sebagai contoh, kalau seseorang ingin buka usaha laundry dengan memiliki mesin cuci sendiri, dan ia membutuhkan modal dana sebesar Rp 20 juta, sementara dananya sendiri baru Rp 3 juta, darimana ia bisa mengumpulkan modal?

Ada tiga jalan untuk mengumpulkan modal usaha:

1. Modal sendiri
Pertama jelas, kalau Anda ingin membuka usaha, Anda bisa memakai modal sendiri. Caranya bisa dengan mengambil dari simpanan yang Anda miliki sekarang, entah dari tabungan atau deposito, atau dengan menjual aset yang Anda punya. Sebagai contoh, banyak orang yang menjual sepeda motornya untuk dijadikan modal usaha, atau menjual perhiasan yang dimiliki.

Menjual barang untuk menambah modal usaha adalah hal yang biasa. Yang paling penting, jangan merasa terlalu sayang untuk menjual beberapa aset Anda untuk menambah modal usaha. Contohnya, kalau Anda tidak mempunyai uang untuk modal usaha dan harus menjual perhiasan Anda, ya jual saja. Kelak bila usaha Anda sudah berhasil, Anda toh bisa membeli lagi perhiasan yang lebih bagus. Betul, enggak?

2. Meminjam
Meminjam uang untuk modal usaha juga sering dilakukan orang. Dengan meminjam, seringkali usaha yang memang Anda impikan bisa lebih cepat terwujud. Hal ini lebih baik daripada menunggu hingga modal terkumpul. Hanya saja, karena modal itu Anda dapatkan dengan meminjam, Anda betul-betul harus memperhatikan cash flow Anda. Ini karena Anda pasti harus mengembalikan uang yang Anda pinjam. Entah dengan mengembalikannya secara bulanan, 6 bulanan, atau mungkin tahunan.

Dalam hal meminjam, bahwa banyak orang yang seringkali terlalu fokus kepada bagaimana mereka bisa mendapatkan pinjaman, tetapi tidak memikirkan apa yang bisa mereka lakukan untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Jadi, ketika meminjam, cobalah untuk memikirkan bagaimana caranya Anda bisa mengembalikan pinjaman tersebut.

Tipsnya, ketika Anda memikirkan caranya, jangan terlalu optimis bahwa pendapatan dari usaha Anda pasti bisa langsung besar di bulan-bulan pertama. Kalau perlu, buatlah perkiraan sepesimis mungkin. Dari perkiraan yang pesimis tersebut, Anda pasti bisa melakukan penilaian apakah pengembalian yang akan Anda lakukan nantinya bisa lancar atau tidak.

3. Kerja sama
Daripada Anda memakai dana milik Anda sendiri semuanya, atau daripada Anda meminjam, mengapa tidak mencoba menjalin kerja sama dengan orang lain? Dengan menjalin kerja sama, maka risiko usaha Anda bisa lebih kecil karena harus dibagi bersama teman-teman Anda. Cuma, keuntungan yang Anda dapatkan tentu juga harus dibagi. Artinya, risiko dibagi, keuntungan juga harus dibagi.

Sekarang masalahnya, adakah orang yang mau kerjasama dengan Anda? Itu tergantung apakah Anda bisa dengan baik menawarkan keuntungan yang masuk akal pada usaha yang Anda tawarkan. Tetapi, tawaran keuntungan saja belum cukup lho. Anda juga harus bisa memberikan pendekatan yang baik, tidak sombong pada orang-orang yang ingin Anda ajak kerjasama.

Selain itu, bila memungkinkan, penjelasan yang Anda berikan juga harus masuk akal, seadanya, dan tidak melulu memaparkan keuntungan pada orang yang ingin Anda ajak kerjasama.

Nah, sekarang, Anda sudah tahu bagaimana mengumpulkan modal untuk membuka usaha. Mudah-mudahan dari tiga pilihan tersebut di atas, Anda bisa menentukan pilihan mana yang terbaik.

READ MORE - Tiga Jalan Mengumpulkan Modal Usaha

 
 
 

FeedBurner FeedCount

Subscribe Now: standard

Peluang usaha 2012 Headline Animator